Kota Gorontalo, OPINI — Publik masih menunggu keteladanan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dalam memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait persoalan sampah yang hingga kini dinilai belum tertangani secara optimal.
Memuji pemerintahan yang dipimpinnya sendiri dengan mengatakan Pemerintah Kota Gorontalo tumpah ruah penghargaan itu dinilai membohongi publik disaat sampah-sampah masih menumpuk dan berserakan di depan Rumah Jabatan Walikota.
Semua penghargaan yang disampaikan tidak ada artinya bagi rakyat Kota Gorontalo kalau sampah gagal diatasi Walikota. Sampai kapan Walikota membiarkan warganya hidup berdampingan dengan sampah?
Sampai kapan Walikota akan menghindari persoalan sampah ini ? Sampah ini merupakan sesuatu yang buruk, kotor, jorok, membahayakan kesehatan warga, kenapa semakin hari justru volume sampah semakin meningkat ?
Di sisi lain, penyebutan Kota Gorontalo sebagai Kota Religi juga menjadi sorotan sebagian kalangan. Mereka menilai nilai-nilai tersebut idealnya tercermin pula dalam kondisi lingkungan kota yang bersih dan tertata, termasuk di kawasan-kawasan strategis maupun di sekitar fasilitas pemerintahan.
Apakah syarat untuk menjadi Kota Religi harus dipenuhi sampah-sampah dipinggir jalan strategis? Wallahu A’lam Bissawab.









