Gubernur Nilai Program MBG Dorong Ekonomi Gorontalo dan Perkuat Ketahanan Pangan
Kota Gorontalo, Intainews.id– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi Gorontalo sekaligus memperkuat ketahanan pangan hingga ke tingkat desa. Program tersebut dipandang tidak hanya sebagai penyedia makanan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas.
Hal itu disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Tahun 2027 yang digelar di Hulonthalo Ballroom, Selasa (14/4/2026).
“Ternyata keberhasilan ini sebagian besar ditunjang oleh program-program yang dikucurkan pemerintah pusat ke Gorontalo. Ini harus kita jaga di tahun 2026 untuk masuk di 2027 dengan baik,” jelas Gubernur Gusnar.
Menurutnya, keberadaan program MBG perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pelaksanaan dapur, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat luas.
“MBG ini jangan dilihat dapurnya saja, tapi ekosistem yang melingkupi dia. Kalau MBG berjalan sesuai rencana maka semua orang memiliki peluang untuk memperoleh pendapatan,” sambungnya.
Lebih lanjut disampaikan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan ekosistem tersebut berjalan hingga ke tingkat desa. Masyarakat didorong untuk terlibat sebagai pemasok kebutuhan bahan pangan, seperti ayam, telur, sayur, dan buah-buahan.
“Mari hitung orang yang menyediakan ayam, telur, sayur mayur dan buah-buah. MBG ini kalau semakin bertambah, maka saya prediksi pasar tradisional tidak mampu menyuplai. Kita harus dorong ekosistem bisa terwujud,” pintanya.
Selain program MBG, sejumlah program strategis dari pemerintah pusat juga terus diupayakan untuk mendukung perekonomian daerah. Salah satunya adalah program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi yang tengah direncanakan, dengan nilai investasi sekitar Rp1,4 triliun.
“Proyek ini kalau jadi, saya optimis jumlah kemiskinan kita bisa ditekan banyak. Anggaran 1,4 triliun melalui DANANTARA. Kita sudah menghitung kalau 30 persen dikelola oleh perusahan dan 70 persen dikasih ke petani maka akan mendorong perputaran ekonomi yang bagus,” sambungnya.
Peran Koperasi Desa Merah Putih juga dinilai strategis dalam mendukung rantai pasok di tingkat desa. Selain itu, program percetakan sawah baru di Kabupaten Pohuwato yang mencakup sekitar 5.600 hektare lahan turut menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah tren penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Gorontalo sejak 2024, kinerja ekonomi daerah justru menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat meningkat menjadi 5,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,18 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan mengalami penurunan dari 13,87 persen pada 2024 menjadi 12,67 persen pada 2025.
Penulis : S.









