Kab. Gorontalo, Intainews.id – Kesiapan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 terus dimatangkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Kementerian Pertanian. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemanfaatan lahan kosong di sepanjang jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) untuk penanaman jagung.
Penanaman tersebut dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat (17/4/2026). Lokasi yang berada di jalur utama menuju Bandara Djalaluddin Tantu dipilih sebagai upaya menegaskan identitas Gorontalo sebagai salah satu lumbung jagung nasional.
“Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian siap untuk mendukung penanaman jagung kaitan dengan PENAS. Penanaman jagung perlu didukung oleh para petani dan penyuluh setempat sehingga saat PENAS terselenggara jagung sudah tumbuh dan mulai ada buah sebagai bagian dari identitas Provinsi Gorontalo,” Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo Ardi Praptono.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Gorontalo sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut. Penyelenggaraan PENAS juga disebut membawa dukungan berupa bantuan benih jagung dari pemerintah pusat.
“Kita tuan rumah yang dikenal sebagai daerah jagung. Oleh sebab itu, kami buru-buru minta kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian untuk memberikan benih jagung. Kita yang tanam,” kata Gubernur.
Lebih lanjut disampaikan, kegiatan PENAS menjadi peluang strategis bagi masyarakat, khususnya petani dan nelayan, untuk meningkatkan perekonomian lokal. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang luas.
“PENAS ini akan dihadiri oleh kurang lebih 30 ribu orang. Sudah ada rumah rumah penduduk yang disiapkan untuk tempat menginap para petani dan nelayan itu. Mereka membayar supaya tuan rumah dapat uang, yang membawa bentor dapat yang jualan makanan dapat, semua dapat uang,” bebernya.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan benih jagung kepada petani setempat. Untuk wilayah Kecamatan Limboto, bantuan yang diberikan tercatat mencapai sekitar Rp3,6 miliar.
Penulis : S.









