Kota Gorontalo — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gorontalo tahun ini berubah menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk meneguhkan arah moral di tengah derasnya arus teknologi.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengajak pelajar dan pemuda menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kompas dalam bertindak di dunia digital. Ia menegaskan hal itu saat memimpin upacara di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (1/10/2025).
“Pancasila bukan hanya hafalan lima sila, tetapi panduan berpikir dan bertindak, terutama bagi anak muda yang hidup di era serba digital,” kata Gusnar di hadapan peserta upacara.
Upacara yang dimulai pukul 07.30 Wita itu melibatkan Forkopimda, OPD, ASN Pemprov, TNI/Polri, Basarnas, serta siswa SMA dan SMK. Tema nasional tahun ini, “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, menjadi pengingat penting tentang arti gotong royong dan toleransi di tengah perbedaan.
Gusnar menekankan, generasi muda harus menjaga moral bangsa melalui tindakan positif, bukan hanya keahlian teknologi. “Anak muda harus memimpin dengan nilai, bukan sekadar mengikuti tren,” ujarnya.
Keterlibatan pelajar juga menjadi sorotan. Chikal Triwahyuni Hasan, Duta Pancasila Paskibraka Provinsi Gorontalo, tampil membacakan teks UUD 1945 dengan penuh semangat. Sementara Dwi Novianti dari Kesbangpol memimpin pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
Upacara tersebut dipimpin oleh Letkol Inf. Cahyo Nugroho Budiono sebagai Komandan Upacara, dengan Kapten Inf. Zainuddin dari Kodim 1304/Gorontalo sebagai Perwira Upacara.
Peringatan ini menegaskan bahwa semangat Pancasila tetap relevan di tengah tantangan zaman—bukan hanya sebagai warisan sejarah, tetapi sebagai energi moral yang menuntun generasi muda membangun Indonesia yang lebih bijak dan bersatu.
Penulis : Putri









