Kota Gorontalo — Sia-sia sudah arahan sekaligus perintah Presiden Prabowo Subianto kepada para Kepala Daerah di Indonesia, khususnya di Kota Gorontalo. Padahal, dalam beberapa pertemuan strategis, Presiden RI itu selalu menyampaikan kebersihan lingkungan.
Bahkan, pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026, Presiden Prabowo memberi peringatan keras kepada Kepala Daerah soal darurat sampah.
Mirisnya, meski sudah mendapat peringatan dari Presiden Prabowo, Kota Gorontalo masih memperlihatkan kondisi buruk, sampah ada dimana-mana, didepan rumah, dipinggir jalan-jalan strategis sampah menumpuk dan menggunung.
Program “ASRI” (Aman, Sehat, Resik, Indah) menuai sorotan di Kota Gorontalo, mestinya, sebagai kader Gerindra Walikota Adhan Dambea serius mendukung Program Presiden Prabowo, bukan sebaliknya.
Tidak ada rasa aman ketika tumpukan sampah menggunung dipinggir jalan. Kesehatan warga terancam karena melewati tumpukan sampah yang sudah berhari-hari dibiarkan sehingga bau busuknya mengganggu aktivitas warga.
Resik dan indah apalagi, apa yang akan dibanggakan soal kebersihan dengan kondisi seperti ini. Apakah mungkin sebuah daerah dikatakan bersih dan indah jika sampah-sampah digantung batang pepohonan dipinggir jalan.
Hanya di Gorontalo pohon bisa berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah masyarakat. Kondisi ini seakan memperlihatkan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo tidak mampu mengatasi persoalan sampah meski banyak bantuan operasional telah diberikan menggunakan uang negara.









