Kota Gorontalo, OPINI – Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel (AIR), persoalan kebersihan di Kota Gorontalo kembali menjadi sorotan.
Di sejumlah ruas jalan dan titik fasilitas umum, tumpukan sampah masih terlihat menumpuk dan berserakan. Kondisi ini memunculkan kesan di tengah sebagian warga bahwa persoalan sampah seolah menjadi ‘ikon’ yang melekat dalam wajah kota selama setahun terakhir.
Lebih memilukan lagi, sampah-sampah justru mengelilingi Kantor dan Rumah Dinas Walikota Gorontalo. Apa yang bisa dibanggakan warga Kota Gorontalo? Justru malu karena sebagai Ibukota Provinsi Gorontalo, wajah kota terkesan jadi lebih buruk.
Ada beberapa kekurangan dari Pemerintahan AIR. Pertama, soal leadership atau kepemimpinan. Adhan Dambea, sebagai walikota belum memperlihatkan terobosan kebijakan dan sistem kerja yang signifikan dalam penanganan sampah.
Kedua, kebijakan yang diambil saat ini dinilai belum memberikan dampak perubahan signifikan di lapangan. Inilah sebabnya, meskipun banyak pengadaan dan bantuan alat operasional untuk mengurangi sampah, tapi masyarakat masih saja membuang sampah disembarangan tempat.
Selama satu tahun pemerintahan AIR, belum tampak capaian yang secara luas diakui publik atau pengakuan dari pemerintah pusat soal kemajuan Kota Gorontalo.
Gaya kepemimpinan Adhan Dambea sebagai Walikota sudah ketinggalan jaman, tidak ada pembaruan dalam segi konseptualisasi dan programatic pembangunan Kota Gorontalo.









