Kota Gorontalo, OPINI — Pada tahun 1945 silam, Hiroshima dan Nagasaki luluh lantah akibat serangan Bom Amerika Serikat selama Perang Dunia II. Serangan fatal itu menewaskan kurang lebih 246.000 jiwa, Jepang menyerah saat itu juga.
Tahun 2026, Teheran dikejutkan dengan serangan membabi buta, Bom dilancarkan militer Amerika Serikat dan Israel hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Serangan dan ledakan Bom cukup menghancurkan Jepang dan Iran. Jepang menyerah dan Iran masih melakukan perlawanan terhadap Amerika dan Israel.
Berbeda dengan Jepang dan Iran, Kota Gorontalo kini diserang oleh tumpukan sampah. Walikota dinilai tak berdaya menghadapi gempuran sampah diwilayahnya, meski anggaran san armada pengangkut sampah bertambah, justru sampah ikut bertambah.

Dipinggiran jalan strategis bahkan dikawasan Kantor dan Rumah Jabatan Walikota serangan tak luput dari serangan sampah. Bau busuh dan pencemaran lingkungan perlahan terus terjadi.
Warga Kota Gorontalo setiap hari melihat sampah-sampah berserakan dipinggir jalan dan menghirup bau busuk. Wabah penyakit terus mengintai.
Walikota tak memiliki konsep dan ide agar serangan sampah-sampah ini hilang. Sebagai pemimpin, Walikota seharusnya mengedepankan kenyamanan dan kesehatan warganya, bukan sebaliknya membiarkan warga menghirup bau busuk dari sampah.
Sampah bukan persoalan sepele, bahkan Presiden Prabowo pun menaruh perhatian khusus kepada para Kepala Daerah agar menjaga daerahnya supaya aman, sehat, resik dan indah.









