Hacker Pusat Data Nasional Minta Maaf Pada Rakyat Indonesia

Selasa, 2 Juli 2024 - 22:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, gorontalo.intainews.id – Kelompok peretas Brain Cipher yang diduga melakukan serangan terhadap Pusat Data Nasional, baru-baru ini membuat pengumuman mengejutkan.

Mereka mengumumkan akan merilis kunci enkripsi untuk membuka akses data pemerintah Indonesia yang disandra secara cuma-cuma.

Sebelumnya, Ransomware Brain Cipher telah menyandera 382 data penting kementrian dan lembaga di Indonesia serta meminta tebusan sebesar U$D 8 juta atau setara Rp 131 milyar.

Dalam unggahan yang diposting di darkweb, Brain Cipher menyebut kunci untuk membuka akses enkripsi Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS 2) dirilis pada Rabu (3/7/2024) hari ini.

Melalui postingan itu, Brain Chiper juga menyebut perilisan kunci enkripsi secara gratis ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemerintah Indonesia memerlukan keamanan cyber yang lebih kuat, terutama di sisi sumber daya manusia.

Brain Chiper juga menegaskan, serangan yang dilakukan murni merupakan ransomware untuk meminta tebusan dan tidak berkaitan dengan isu politik serta tidak dipengaruhi oleh siapapun.

Kelompok peretas itu pun meminta maaf kepada semua rakyat Indonesia atas semua kegaduhan yang terjadi.

Pernyataan Brain Chiper itu diakhiri dengan permintaan donasi sukarela kepada sang hacker serta janji merilis kunci enkripsi PDNS Rabu hari ini.

Pakar keamanan siber Pratama Dahlian Persadha yang di wawancara oleh media Metrotv meragukan itu. Meski demikian ia berharap para peretas benar benar memenuhi pernyataan tersebut.

“Jarang sekali ada hacker yang telah berhasil menyandera data yang demikian besar dan penting melepasnya secara cuma cuma, meski demikian saya berharap itu benar benar terjadi ,” katanya.

Sementara itu, Kominfo melalui laman pesan Whatsapp resminya mengatakan saat ini Pemerintah terus berupaya memulihkan layanan publik yang terdampak serangan siber ransomware melalui Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2.

Kementrian Kominfo meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan tersebut. “Bersama kita hadapi tantangan ini demi menjaga keamanan dan kenyamanan layanan untuk masyarakat. Tetap waspada dan terus dukung upaya pemulihan ini!,” pintanya.

 

Penulis : Wawan S

Sumber : Youtube Metrotv/Kominfo

 

Follow WhatsApp Channel gorontalo.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Amankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Operasi Tangkap Tangan
Eggi Sudjana Belum Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Alasan Sakit di Luar Negeri
Pengusaha Sunarko Rilis E-book “Strategi Daftar Merek Disetujui DJKI” untuk Bantu Entrepreneur Amankan Brand
Usai Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan Program MBG
Pembangunan Berkeadilan, Menteri Nusron Tegaskan Reforma Agraria Jawab Ketimpangan Tanah
Wamenkomdigi: Bebas Punya Banyak Akun Medsos, Asal Terikat Single ID
China Resmi Stop Pembelian Chip AI Nvidia, Perusahaan Teknologi Dilarang Lanjutkan Pesanan
6.118 Personel Disiagakan Kawal Aksi Demo Ojol di Jakarta Pusat

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 21:22

KPK Amankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Operasi Tangkap Tangan

Senin, 3 November 2025 - 18:14

Eggi Sudjana Belum Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Alasan Sakit di Luar Negeri

Sabtu, 27 September 2025 - 21:13

Pengusaha Sunarko Rilis E-book “Strategi Daftar Merek Disetujui DJKI” untuk Bantu Entrepreneur Amankan Brand

Sabtu, 27 September 2025 - 18:56

Usai Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan Program MBG

Kamis, 25 September 2025 - 12:07

Pembangunan Berkeadilan, Menteri Nusron Tegaskan Reforma Agraria Jawab Ketimpangan Tanah

Berita Terbaru

Gorontalo

Gubernur Tekankan SPPG Dukung Gizi dan Ekonomi Lokal

Rabu, 15 Apr 2026 - 10:39