– Manado, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK) memaparkan kesiapan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se-Sulawesi Utara di hadapan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Yandri Susanto, dalam kegiatan Peluncuran dan Dialog Pembentukan KDMP yang digelar di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara.
Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Desa PDTT Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, sejumlah Direktur Jenderal, serta jajaran pejabat tinggi kementerian lainnya.
Perwakilan para Kepala Desa, Lurah, Bupati, dan Walikota se-Sulawesi Utara juga tampak menghadiri kegiatan strategis ini.
Dalam laporannya, Gubernur YSK menyampaikan perkembangan signifikan dari pembentukan KDMP di Sulawesi Utara. Dari total 1.839 desa dan kelurahan di provinsi ini, sebanyak 1.701 di antaranya telah melaksanakan musyawarah khusus KDMP. Saat ini, 425 koperasi dalam proses pengesahan akta notaris, dan 49 koperasi telah resmi berbadan hukum.
“Kepada Bapak Menteri, kami akan terus melaporkan perkembangan setiap kabupaten dan kota dalam proses pembentukan dan legalisasi KDMP,” ujar Gubernur YSK.
Gubernur juga mengimbau kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Sulut agar aktif mengarahkan para Lurah dan Kepala Desa untuk mempercepat proses pembentukan KDMP di wilayah masing-masing.
“Kita tahu bersama bahwa KDMP adalah gagasan besar Presiden RI Bapak Prabowo Subianto untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat di desa dan kelurahan. Program ini perlu kita dukung dan sukseskan bersama,” tambahnya.
Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di level desa dan kelurahan, yang sejalan dengan visi Presiden dalam menciptakan kemandirian desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di seluruh Indonesia.
Gubernur YSK menutup penyampaiannya dengan ajakan untuk terus bersinergi demi kemajuan dan kesejahteraan Sulawesi Utara.
“Mari kita sukseskan bersama program ini untuk kemajuan dan kesejahteraan Provinsi Sulawesi Utara yang kita cintai. Baku tongka kong baku bekeng maju,” pungkasnya.









