GORONTALO — Pantai Tamendao yang terletak di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo, kini tak lagi ramai seperti dulu.
Tempat wisata yang dulunya menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Gorontalo itu, kini tampak sepi dan kurang terawat.
Pantauan TribunGorontalo selama hampir dua jam di kawasan tersebut menunjukkan minimnya aktivitas wisata.
Hanya beberapa orang terlihat berada di area pantai, itu pun sebagian besar mengarah ke sebuah kafe yang masih beroperasi di kawasan itu.
Biasanya, Pantai Tamendao mulai didatangi pengunjung setelah waktu salat ashar.
Area nongkrong dengan panggung-panggung kayu yang berada di sekitar pantai menjadi tempat favorit wisatawan untuk bersantai menikmati pemandangan laut.
Namun, pemandangan berbeda terlihat kali ini.
Panggung-panggung kayu itu tampak lapuk dan tidak terurus, menambah kesan kumuh dan mengurangi keindahan destinasi wisata ini.
Rahmat (39), salah satu warga setempat, menceritakan bahwa Pantai Tamendao dulunya selalu dipadati pengunjung, terutama di sore hingga malam hari.
Ia bahkan sempat berjualan di kawasan tersebut, namun kini sudah berhenti.
“Dulu ramai sekali, semua tempat jualan ini terisi. Tapi setelah bencana air dari gunung satu tahun lalu, tempat ini mulai sepi. Kami pun tidak jualan lagi,” tutur Rahmat.
Menurutnya, bencana banjir yang terjadi sekitar setahun lalu membuat area sekitar Pantai Tamendao terdampak cukup parah.
Sejak saat itu, jumlah wisatawan yang datang ke lokasi ini terus menurun.
Hanya area depan, tepatnya di sekitar kafe, yang masih terlihat aktivitas, sementara area lainnya semakin sunyi dan terbengkalai.
Kini, Pantai Tamendao seolah kehilangan daya tariknya.
Minimnya perawatan, infrastruktur yang mulai rusak, serta trauma masyarakat pasca-bencana menjadi faktor utama turunnya minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini.
Penulis : Nunu









