GORONTALO, INTAINEWS.ID — Di tengah dinamika politik dan pemerintahan, sosok Dr. Gusnar Ismail terus menampakkan konsistensinya sebagai pemimpin berbasis ide dan gagasan. Mantan Gubernur Gorontalo ini dikenal luas sebagai pemikir yang tak pernah mengandalkan emosi, apalagi hasrat kekuasaan, dalam menyelesaikan persoalan.
Gusnar tumbuh dalam lingkungan yang membentuknya sebagai pekerja keras dan pemikir visioner demi kemaslahatan banyak orang. Ia cenderung menjauh dari atmosfer yang negatif dan lebih memilih menyelesaikan masalah melalui nalar dan dialog ketimbang konfrontasi.
Dalam rekam jejaknya, tidak pernah tercatat Gusnar mundur dalam pertarungan ide. Namun, jika dihadapkan pada amarah dan cara-cara kotor, Gusnar kerap memilih diam dan menjauh. Bukan karena lemah, melainkan karena yakin bahwa jalan kekerasan bukan solusi.
“Pernahkah publik melihat Gusnar membalas kritik dengan amarah saat menjadi Gubernur?” tanya seorang pengamat politik lokal. “Tidak pernah. Tapi ajak dia bertarung dalam debat ide tentang masa depan Gorontalo, dia takkan mundur sejengkal pun.”
Inilah kekuatan sejati Gusnar Ismail. Bukan dalam gestur marah atau panggung politik penuh intrik, tapi dalam percakapan intelektual, dalam visi pembangunan, dalam argumentasi yang membangun.
Dengan latar belakang sebagai seorang doktor dan birokrat senior, Gusnar Ismail memiliki rekam jejak karir yang nyaris tanpa cela. Posisinya di dunia birokrasi dan politik sudah paripurna, dan hingga kini tak pernah menjadi keresahan publik.
Maka, bagi siapa pun yang ingin berhadapan dengan Gusnar Ismail, satu hal yang wajib disiapkan: ide dan gagasan. Karena di luar itu, niat berhadapan dengannya hanya akan runtuh oleh integritas dan nalar yang ia miliki.
Penulis : RTB









