GOINTAINEWS.ID – Gorontalo dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai adat dan menjadikannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem sosial, pemerintahan dan hukum lokal.
Dalam pandangan masyarakat setempat, keterpaduan antara ulama, umara dan tokoh adat merupakan wujud harmoni yang dilandasi oleh falsafah “Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah”.
Untuk memperkuat keberadaan serta peran strategis adat di Gorontalo, dua agenda penting digelar sepanjang pekan ini. Pada hari Selasa (8/7), Dewan Adat Gorontalo yang dipimpin oleh Abdullah Gobel mengadakan audiensi dengan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa hari berselang, tepatnya Minggu (13/7), Lembaga Adat Gorontalo yang diketuai Ade Khali turut melakukan pertemuan serupa guna membahas arah kebijakan pelestarian adat ke depan.
Menanggapi dinamika organisasi adat yang semakin aktif, Gubernur Gusnar Ismail melalui Juru Bicara Alvian Mato, menegaskan bahwa keberadaan lembaga adat di Gorontalo merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga eksistensi, kelestarian, pengembangan serta tata kelola adat secara berkelanjutan.
“Pemerintah mendorong agar setiap gerakan dan kajian adat berbasis referensi yang kuat dan relevan dengan kekinian. Kita harus terus menghidupkan nilai-nilai lokalitas dalam lingkungan masyarakat”, Ujar Alvian
Alvian Mato, juga menegaskan bahwa pemerintah saat ini tetap berkomitmen menjalankan prinsip Buwatulo Otulongo (Tiga Pilar Adat) sebagai dasar untuk mewujudkan keharmonisan antara pemerintahan, kalangan ulama dan tokoh adat dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.
Penulis : RTB











