GORONTALO — Alhamdulillah, Gubernur Gusnar Ismail tidak pernah digugat oleh siapapun terkait dengan masalah ijazah. Mulai dari pencalonan sebagai Wakil Gubernur hingga dua kali maju sebagai Calon Gubernur Gorontalo.
Berdasarkan data wikipedia.com, Gusnar Ismail menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo pada tahun 1972. Gusnar kemudian menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Limboto pada tahun 1975.
Setelah itu, Gusnar menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMPP Negeri Gorontalo pada tahun 1979. Gelar insinyur (S1) diperoleh dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tahun 1985.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gelar Magister Manajemen (S2) diselesaikan di STIE Widya Jayakarta dan pada tahun 2010, gelar pendidikan program doktoral diselesaikan tahun 2010 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Karier Gusnar di pemerintahan dimulai dari tingkat kota. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Gorontalo pada tahun 1991, dan pada tahun 1996 diangkat sebagai Asisten Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Gorontalo.
Dua tahun kemudian, ia menjabat sebagai Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Gorontalo, dan pada tahun 2000 dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.
Pada tahun 2001, Gusnar terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai Wakil Gubernur Gorontalo mendampingi Fadel Muhammad Ia menjabat dalam posisi tersebut selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2007–2009.
Setelah Fadel Muhammad diangkat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Gusnar diangkat menjadi Gubernur Gorontalo pada 29 Desember 2009 dan menjabat hingga tahun 2012.
Dalam perjalanan politiknya, Gusnar Ismail dikenal sebagai kader Partai Demokrat yang cukup berpengaruh di wilayah Gorontalo. Ia juga aktif dalam sejumlah organisasi, seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Pada Pilkada tahun 2024, Gusnar Ismail kembali mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur Gorontalo, kali ini berpasangan dengan Idah Syahidah Rusli Habibie seorang politikus dari Partai Golkar.
Perjalanan karier Gusnar Ismail mencerminkan perpaduan antara pengalaman birokrasi dan politik, serta keterlibatan dalam organisasi kemasyarakatan, yang turut membentuk pendekatannya dalam mengelola pemerintahan di Provinsi Gorontalo.











