Kota Gorontalo, Intainews.id – Pelaksanaan sholat tarawih dan witir perdana dimanfaatkan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, untuk mengajak masyarakat merefleksikan makna Ramadan. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baiturrahim, Kota Gorontalo, Rabu (18/2/2026), tersebut dihadiri ribuan jamaah yang memenuhi area masjid.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, momentum awal Ramadan itu tidak hanya dijadikan sebagai ibadah bersama, tetapi juga sebagai ruang penyampaian pesan moral kepada masyarakat. Ajakan untuk bersyukur menjadi penekanan utama yang disampaikan oleh gubernur di hadapan jamaah.
“Mari kita berhenti sejenak untuk merenungi diri dan bersyukur karena masih dipertemukan dengan Ramadan tahun ini. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan rahmat bulan suci ini,” ujar Gusnar.
Selain mengingatkan pentingnya rasa syukur, masyarakat juga didorong untuk menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan serta meningkatkan kualitas ibadah, baik yang bersifat wajib maupun sunnah.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa bulan Ramadan seharusnya dijadikan sebagai waktu untuk memperbaiki diri, bukan justru diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Penekanan khusus juga diberikan pada pentingnya menjaga sikap dan menghindari perdebatan yang tidak perlu.
Menurutnya, energi selama Ramadan sebaiknya difokuskan pada ibadah dan kegiatan yang membawa kebaikan.
Di sisi lain, kabar menggembirakan turut disampaikan kepada masyarakat. Pemerintah provinsi dijadwalkan menandatangani kontrak pembangunan Bandara Djalaluddin sebagai calon bandara embarkasi haji pada 19 Februari 2026.
Proyek tersebut mencakup pembangunan apron atau area parkir pesawat dengan nilai anggaran sebesar Rp45 miliar.
Informasi tersebut diperoleh sesaat sebelum pelaksanaan tarawih, dan langsung disampaikan kepada jamaah sebagai bentuk transparansi sekaligus harapan baru bagi daerah.
“Kita patut bersyukur karena besok akan dilakukan penandatanganan kontrak pembangunan bandara sebagai calon embarkasi. Insyaallah, ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan embarkasi haji Gorontalo di masa mendatang,” ungkapnya.
Pelaksanaan tarawih perdana itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Kaswad Sartono, bersama jajaran pimpinan OPD.
Usai rangkaian ibadah, suasana keakraban terlihat ketika gubernur berinteraksi langsung dengan jamaah. Momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.
Penulis : Sy









