Kota Gorontalo — Adhan Dambea ancam keluar dari Partai Gerindra Gorontalo buntut tidak diindahkannya perintah untuk mempertanyakan pengisian jabatan Komisaris BSG yang ditempati Rania Riris Ismail. Selasa, (24/02/2026).
Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Gorontalo hingga saat ini belum bersikap, Adhan geram sebagai Dewan Pembina Gerindra. Meski masih terbilang ‘murid baru’, Adhan Dambea sudah main ‘ancam-ancaman’ ke Partai besutan Presiden Prabowo tersebut.
Fraksi Gerindra lebih paham dari Adhan Dambea soal pengisian Komisaris BSG. Pertama, Komisaris dan Direksi BSG dipilih oleh para pemilik saham. Kedua, Gubernur tidak punya hak penuh menempatkan siapa saja duduk sebagai Komisaris dan Direksi.
Ketiga, Gorontalo bersyukur ada perwakilan di BSG masing-masing satu orang Komisaris dan Direksi. Merasa tidak didengar suaranya oleh Fraksi Gerindra, Adhan Dambea ancam mundur.
Tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya turut mengomentari reaksi Adhan Dambea yang mengancam keluar dari Gerindra.
“Jika Adhan Dambea keluar dari Gerindra, keuntungan besar buat Partai Gerindra. Ada ataupun tidak ada Adhan Dambea, Gerindra itu partai besar penguasa negeri ini, Presiden RI pendiri Gerindra, Gerindra tidak mengecil tanpa Adhan, saya menyarankan Adhan Dambea pindah ‘loncat pagar’ ke PSI atau ke PPP bersama Pak Ismet Mile.” ujarnya, Senin (2/03/2026).









