GOINTAINEWS.ID – Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo menjadi perhatian serius Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah. Dalam kunjungan kerja perdananya Selasa (15/7) ke wilayah tersebut, Gubernur menyaksikan langsung kerusakan jalan yang mengkhawatirkan, termasuk empat jembatan yang nyaris tak bisa dilewati.
Melihat situasi tersebut, Gusnar mendorong Pemerintah Kabupaten Boalemo agar segera mengajukan usulan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Menurutnya, langkah ini penting agar perbaikan jalan dan jembatan dapat ditangani melalui dukungan pemerintah pusat.
“Kami telah melalui jalan dari Wonosari menuju pemukiman SP3, kondisinya rusak parah. Bahkan, beberapa jembatan tak layak pakai. Malam ini kami sudah rapat dengan Dinas PUPR dan pihak terkait untuk segera mengusulkan perbaikannya melalui mekanisme Inpres”, tegas Gubernur Gusnar.
Gubernur juga menyatakan akan terus memantau perkembangan usulan ini dan tak segan menghubungi langsung Bupati Boalemo jika belum ada tindak lanjut dari pihak Kabupaten. Pemprov Gorontalo siap membantu menyusun surat pengantar resmi yang akan dikirim ke kementerian terkait.
Selain itu, Gusnar menyoroti penyebab utama kerusakan jalan; kendaraan berat yang mengangkut tebu dan kelapa sawit dengan tonase berlebih. Ia mengingatkan bahwa setelah jalan diperbaiki nanti, harus ada pengawasan ketat terhadap beban kendaraan agar jalan tidak kembali rusak.
“Kalau truk-truk tebu dan sawit tidak dikendalikan tonasenya, jalan baru pun akan cepat hancur. Sekali retak, air masuk, rusaknya berulang”, jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov akan menurunkan tim ke pabrik gula dan kelapa sawit untuk berdiskusi langsung terkait penyesuaian tonase kendaraan, demi menjaga keberlangsungan infrastruktur jalan yang akan dibangun.
Dalam kunjungan yang sama, Gusnar bersama Wagub Idah Syahidah turut meninjau jembatan darurat di Desa Harapan. Jembatan ini merupakan bagian dari jalur strategis provinsi dan tercatat telah dua kali rusak dalam tahun ini. Saat ini, perbaikannya sedang dilakukan oleh Dinas PUPR-PKP dengan membangun jembatan Bailey sebagai solusi darurat.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boalemo telah lebih dulu mengusulkan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat melalui dana APBN BNPB, dengan nilai anggaran mencapai Rp15,6 miliar.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen serius Pemprov Gorontalo dalam menangani permasalahan infrastruktur, tidak hanya dengan reaksi cepat tetapi juga melalui rencana jangka panjang dan kolaborasi lintas lembaga.
Penulis : RTB









