GORONTALO — Upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo menekan angka stunting kini berfokus pada perubahan gaya hidup keluarga, bukan sekadar bantuan pangan. Gubernur Gusnar Ismail menargetkan penurunan angka stunting menjadi 20 persen pada akhir 2025, turun dari 23,5 persen pada 2024.
“Kami ingin keluarga Gorontalo mandiri dalam menjaga gizi anak. Penurunan stunting bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Gusnar saat Rapat Koordinasi Pengarusutamaan Gender bersama Wakil Menteri PPPA Veronica Tan di Hulonthalo Ballroom, Rabu (8/10/2025).
Strategi Pemprov Gorontalo kini menitikberatkan pada pemberdayaan keluarga. Melalui program Kebun Komunitas, masyarakat diajak menanam sayur dan buah di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan keluarga dan mengubah pola makan masyarakat.
Wamen PPPA Veronica Tan mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai Gorontalo memiliki potensi besar untuk bebas stunting karena kekayaan alamnya yang melimpah.
“Daerah ini punya laut dan tanah subur. Kalau kebiasaan makan diperbaiki, tidak ada alasan anak Gorontalo kekurangan gizi,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov juga memperkuat konvergensi lintas sektor dengan melibatkan dinas kesehatan, pendidikan, pertanian, dan pemberdayaan perempuan. Program makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita tetap berjalan, namun kini disertai edukasi gizi dan praktik langsung di tingkat desa.
Langkah ini menandai pergeseran pendekatan dari sekadar bantuan menjadi pembangunan berbasis perubahan perilaku. Harapannya, masyarakat tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi mampu menjaga gizi anak secara berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, Gusnar optimistis Gorontalo dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menurunkan stunting lewat gerakan gizi dari halaman rumah.
Penulis : Putri









