Gorontalo Utara, Intainews.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Ketua Satgas Nasional Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Pangan Ali Agus meninjau langsung lokasi rencana pencanangan dan pembangunan fasilitas industri ayam terintegrasi, Minggu (11/1/2026).
Peninjauan difokuskan di tiga titik wilayah Kecamatan Anggrek, yakni Desa Putiana, Pelabuhan Anggrek, dan Desa Tolongio.
Tim menetapkan Desa Putiana sebagai lokasi peletakan batu pertama pembangunan rumah potong hewan unggas (RHPU) dan fasilitas cold storage.
Sementara Desa Tolongio dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan pabrik pakan ternak.
Selain itu, kawasan master site juga mencakup Desa Ibarat untuk penetasan telur, Desa Dambalo untuk pembibitan ayam petelur, dan Desa Motihelumo untuk pembibitan ayam pedaging.
Gubernur Gusnar memastikan kesiapan lahan milik pemerintah provinsi di Desa Tolongio untuk mendukung pembangunan pabrik pakan sebagai bagian dari klaster hilirisasi ternak ayam terintegrasi nasional.
“Sekarang kami di Desa Tolongio di areal lahan milik pemerintah provinsi, kita mengecek disini kesiapan pembangunan pabrik pakan ternak yang merupakan salah satu klaster dari program hilirisasi ternak ayam terintegrasi secara nasional, alhamdulillah sudah memenuhi syarat tinggal menunggu ground breakingnya,” kata Gusnar.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas Nasional Ali Agus menjelaskan bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi merupakan skema pengembangan bisnis yang dijalankan BUMN, bukan proyek yang bersumber dari APBN. Program tersebut ke depan akan melibatkan pelaku usaha daerah maupun nasional.
“Program ini jangan dipahami sebagai proyek APBN akan tapi program business development, maka yang dikasih mandat adalah BUMN yang memang metode kegiatannya berbisnis,” ujar Ali.
Ia menambahkan, pembangunan pabrik pakan di Gorontalo menjadi langkah strategis karena didukung ketersediaan jagung sebagai bahan utama, yang menyumbang sekitar setengah komposisi pakan ayam.
Untuk tahap budidaya, program ini akan melibatkan peternak, kelompok ternak, dan koperasi.
Hasil produksi akan diproses di RHPU dan disimpan di cold storage sebelum didistribusikan, termasuk dikembangkan menjadi produk olahan siap konsumsi.
“Inilah program hilirisasi ayam terintegrasi, mohon doanya ini langkah-langkah kecil yang kita rintis untuk mencapai swasembada protein hewani sehingga ketika ada gejola geopolitik atau apapun salah satu contoh kasus covid kita masih bisa mandiri urusan pangan,”jelas Ali.
Agenda peninjauan turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjana Hasan Yusuf, Sekretaris Daerah Provinsi Sofian Ibrahim, serta pimpinan OPD dari pemerintah provinsi dan kabupaten.
Program pencanangan hilirisasi industri ayam terintegrasi dijadwalkan berlangsung pada 19 Januari mendatang.
Penulis : Nn









