Kota Gorontalo, INTAINEWS.ID – Ketersediaan serta harga sembilan bahan pokok (sembako) di Provinsi Gorontalo dipastikan dalam kondisi aman. Hal itu diketahui setelah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama sejumlah pimpinan OPD melakukan peninjauan langsung di beberapa titik, salah satunya di pasar tradisional Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Selasa (3/3/2026).
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah komoditas yang sebelumnya mengalami kenaikan harga pada awal Ramadan, seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit, kini mulai menunjukkan tren stabil bahkan cenderung menurun.
Harga telur yang sebelumnya sempat mencapai Rp3.000 per butir kini kembali turun dan dijual sekitar Rp2.500 per butir. Sementara itu, harga ayam broiler berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp70.000 per ekor.
Untuk komoditas minyak goreng, minyak curah dijual dengan harga antara Rp17.100 hingga Rp18.900 per liter. Minyak goreng kemasan sederhana seperti Minyak Kita berada di kisaran Rp15.700 hingga Rp17.000 per liter, sedangkan minyak goreng premium dijual dengan harga Rp18.000 hingga Rp24.000 per liter.
“Setelah kami melakukan pengecekan harga masih normal bahkan relatif murah. Setelah ditanya kenapa murah? Ternyata suplainya cukup banyak,” kata Gusnar.
Gusnar juga memastikan bahwa persediaan bahan pokok di Gorontalo dalam kondisi aman hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir serta berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan.
Selain memantau harga dan stok sembako di pasar, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga kembali melaksanakan program Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G).
Program tersebut mulai disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di hampir seluruh kecamatan dalam bentuk paket bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, serta rempah-rempah.
Di samping program BLP3G, pemerintah provinsi juga secara rutin menggelar pasar murah di berbagai pusat kecamatan. Kedua program tersebut diharapkan mampu menjadi langkah efektif dalam menekan laju inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“BLP3G termasuk strategi kita menekan gejolak harga karena itu ditujukan kepada warga yang kurang bisa menjangkau pasar. Jadi kita dekatkan barang bila perlu kita antar sehingga mereka dapat bantuan bahan pokok,” imbuh Gusnar.
Dalam kegiatan inspeksi mendadak (sidak) tersebut, gubernur bersama rombongan mengunjungi tiga lokasi berbeda. Selain pasar Bulotadaa Barat, tim juga meninjau gudang distributor PT Cipta Langgeng Mitra Sukses serta PT Inti Cakrawala Citra atau Indogrosir guna memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar.
Penulis : Sy









