Paskibraka Putri Boleh Pakai Jilbab di Upacara 17 Agustus di IKN

Senin, 12 Agustus 2024 - 11:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |gorontalo.intainews.id – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, mengonfirmasi bahwa anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) putri tingkat nasional tahun 2024 diperbolehkan mengenakan jilbab saat bertugas pada Upacara Kenegaraan 17 Agustus mendatang di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pernyataan ini disampaikan Yudian dalam menanggapi kritik yang sebelumnya muncul terkait aturan penyesuaian seragam anggota Paskibraka.

“Keputusan ini sejalan dengan prinsip inklusivitas dan menghormati keberagaman budaya serta keyakinan agama di Indonesia,” ujar Yudian dalam konferensi pers pada Kamis (15/8/2024).

Calon Paskibraka Bolmong, Dini Fironisa Sumele, Meninggal Dunia Saat Karantina

Menurutnya, BPIP berkomitmen untuk menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara yang mencakup nilai-nilai kebhinekaan.

Sebelumnya, BPIP sempat mendapat kritik dari berbagai pihak terkait aturan yang dinilai membatasi kebebasan anggota Paskibraka dalam mengekspresikan keyakinan mereka melalui pemakaian jilbab.

Namun, dengan keputusan terbaru ini, BPIP berharap dapat menjawab kekhawatiran publik dan memastikan bahwa setiap anggota Paskibraka merasa nyaman dan dihormati saat menjalankan tugas mereka.

Bupati dan Kajari Pasbar Buka Seleksi Calon Paskibraka Tingkat Kabupaten

Upacara Kenegaraan yang akan digelar di IKN ini menjadi momen bersejarah karena merupakan upacara pertama yang dilaksanakan di ibu kota baru. Selain itu, kehadiran Paskibraka putri yang mengenakan jilbab diharapkan menjadi simbol persatuan dan keberagaman Indonesia.

BPIP juga menyatakan bahwa penyesuaian seragam ini telah melalui diskusi mendalam dan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk ahli tata cara kenegaraan dan organisasi keagamaan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap detail dalam upacara ini mencerminkan semangat Pancasila,” tambah Yudian.

Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat dan tokoh-tokoh agama yang mendukung kebebasan beragama serta ekspresi keyakinan dalam kegiatan kenegaraan.

Dengan demikian, diharapkan bahwa upacara 17 Agustus tahun ini dapat berlangsung dengan lebih inklusif dan penuh semangat kebangsaan.

(IB)

Penulis : Ismanto Buhang

Follow WhatsApp Channel gorontalo.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdikbud Gorontalo Perketat Pengawasan Digital, Orang Tua Diminta Kontrol Gawai Anak
Disdikbud Gorontalo Dorong Penguatan Tata Kelola Sekolah, Terima Rekomendasi dari Densus 88
KPK Amankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Operasi Tangkap Tangan
Eggi Sudjana Belum Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Alasan Sakit di Luar Negeri
GSMS Bangkitkan Jiwa Seni dan Karakter Pelajar Gorontalo
Pengusaha Sunarko Rilis E-book “Strategi Daftar Merek Disetujui DJKI” untuk Bantu Entrepreneur Amankan Brand
Usai Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan Program MBG
Pembangunan Berkeadilan, Menteri Nusron Tegaskan Reforma Agraria Jawab Ketimpangan Tanah

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:24

Disdikbud Gorontalo Perketat Pengawasan Digital, Orang Tua Diminta Kontrol Gawai Anak

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:30

Disdikbud Gorontalo Dorong Penguatan Tata Kelola Sekolah, Terima Rekomendasi dari Densus 88

Senin, 3 November 2025 - 21:22

KPK Amankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Operasi Tangkap Tangan

Senin, 3 November 2025 - 18:14

Eggi Sudjana Belum Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Alasan Sakit di Luar Negeri

Sabtu, 1 November 2025 - 15:04

GSMS Bangkitkan Jiwa Seni dan Karakter Pelajar Gorontalo

Berita Terbaru

Gorontalo

Gubernur Tekankan SPPG Dukung Gizi dan Ekonomi Lokal

Rabu, 15 Apr 2026 - 10:39