Kupang, — Ketua terpilih Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025–2029, Sahabat Ibrahim Laumalang, memimpin rapat perdana bersama tim formatur hasil Konferwil IV yang digelar pada Maret lalu. Rapat ini juga dihadiri sejumlah senior serta pengurus GP Ansor dari periode sebelumnya.
Dalam rapat yang digelar di Kupang ini, Sahabat Ibrahim menekankan arah baru kepengurusan Ansor NTT dengan mengusung tagline “Melebarkan Sayap dan Membumikan Nilai Santri.” Dua makna besar dibalik tagline ini menjadi landasan gerak organisasi: pertama, merangkul komposisi kepengurusan yang solid dan bekerja keras; kedua, memperkuat eksistensi GP Ansor di tengah dinamika sosial-politik yang kompleks, sembari terus membawa nilai-nilai keislaman ala Nahdlatul Ulama (NU) ke ruang publik.
“Tagline ini bukan sekadar slogan, melainkan spirit untuk kerja-kerja kolektif ke depan. Kita harus mampu berselancar dengan zaman, menjawab tantangan sosial-politik yang multiple choice, tapi tetap membumikan nilai-nilai santri,” tegas Ibrahim kepada media ini Minggu (1/6/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rapat tersebut, Sahabat Kahar — salah satu kader senior Ansor NTT — mengingatkan bahwa organisasi ini adalah milik bersama. “Setiap kader memiliki tanggung jawab dan pengabdian yang sama untuk membesarkan GP Ansor NTT,” ujarnya.
Sementara itu, Sahabat Edi Kurniawan memberi catatan evaluatif bahwa kepengurusan ke depan harus dimulai dari titik minus.
Ia menyoroti pentingnya pembenahan internal, khususnya rekonsiliasi pasca-Konferwil yang sempat memunculkan ketegangan. Ia juga menekankan perlunya penyelarasan strategi nasional GP Ansor dengan program-program pemerintah daerah.
“Kita harus memulihkan yang minus dan meningkatkan yang plus,” tutup Sahabat Endy dalam pernyataannya.
Rapat ini juga membahas progres persiapan dokumen pelantikan pengurus GP Ansor NTT 2025–2029 yang direncanakan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Penulis : Ahmad safar











