INTAINEWS – Manado, 3 Juni 2025 Dunia kampus kembali diguncang! Tiga organisasi mahasiswa terbesar di Sulawesi Utara menyatakan sikap keras atas pembatalan kegiatan bedah buku “Menyingkap Tabir Kebenaran Ahmadiyah” yang rencananya digelar di Aula IAIN Manado pada Senin, 2 Juni 2025.
Ketiga organisasi tersebut ialah DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Utara, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Manado, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat IAIN Manado. Menyerukan penolakan mereka secara serempak dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama. Dalam pernyataan itu, mereka menuding Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Manado dan MUI Sulawesi Utara sebagai pihak yang telah mengintervensi ruang ilmiah kampus.
Pembatalan ini terjadi setelah keluarnya surat imbauan dari MUI yang merujuk pada SKB Tiga Menteri Tahun 2008 tentang pelarangan aktivitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Namun, langkah ini justru dinilai mahasiswa sebagai bentuk represi terhadap kebebasan akademik dan kemunduran dalam demokrasi kampus.
DPD IMM Sulut dalam pernyataannya menyampaikan:
“MUI Kota Manado dan Sulawesi Utara telah mencederai semangat moderasi dan toleransi, serta mencoreng nama baik Kota Manado yang dikenal dengan kota toleran.”
Sementara itu, PMII Komisariat IAIN Manado menambahkan:
“Tindakan ini bukan hanya bentuk intoleransi, tetapi juga kemunduran dalam demokrasi kampus, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi keberagaman pemikiran dan keyakinan.”
Adapun HMI Komisariat IAIN Manado menyoroti sikap kampus yang dinilai tidak konsisten dengan visi institusinya:
“Menyayangkan sikap Kampus IAIN Manado sebagai kampus dengan visi Multikultural yang justru turut mengiyakan himbauan surat dari MUI. Ini track record inkonsistensi, tindakan intoleran, dan bukti lemahnya komitmen terhadap kebebasan mimbar akademik serta klaim moderasi beragama.”
Serempaknya ketiga pernyataan sikap ini memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak tinggal diam terhadap segala bentuk pembatasan ruang intelektual. Mereka bersatu dalam semangat menjaga independensi kampus sebagai rumah besar ilmu pengetahuan dan dialog terbuka lintas pemikiran.
Sebagai bentuk sikap tegas, ketiga organisasi tersebut menuntut Rektor IAIN Manado memberi klarifikasi terbuka atas pembatalan acara, mendesak civitas akademika menjunjung kebebasan akademik dan pluralisme, serta menolak segala bentuk pembungkaman diskusi dan ekspresi ilmiah di kampus.









