Sekretaris DPC PMPRI Asahan, Satriawan Siregar berlumur darah usai melakukan aksi ‘pecah kepala’ . (Foto: Amin Harahap)
MEDAN – Puluhan massa dari LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Kabupaten Asahan kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor Direksi Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional II, Jalan Letjen Suprapto, Medan, Kamis (19/12) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalam aksi itu, mereka mendesak Direksi PTPN I mencopot General Manager (GM) PTPN I Bah Jambi dan Manager PKS Bandar Pasir Mandoge.
Menurut Hendra Syahputra SP, salah seorang koordinator aksi, kedua pejabat tersebut diduga terlibat dalam praktik korupsi dengan kontraktor, merusak lingkungan, serta mencemari udara yang mengganggu masyarakat sekitar. “Kami mendesak agar Direksi segera mengambil tindakan tegas terhadap GM dan Manager yang kami duga telah merugikan negara hingga Rp7,8 miliar selama lima tahun,” ujar Hendra.
Hendra juga menyoroti pembuangan limbah tandan kosong kelapa sawit (tankos) yang seharusnya dikirim ke Kebun Balimbing/Marihat, namun malah dibuang sembarangan di lahan masyarakat. “Pembuangan ini menyebabkan bau busuk, mencemari lingkungan, dan merusak lahan warga,” tambahnya.
Situasi sempat memanas ketika Sekretaris DPC PMPRI Asahan, Satriawan Siregar, melakukan aksi ekstrem dengan memecahkan gelas di kepalanya sebagai bentuk protes. “Kami siap menumpahkan darah untuk melawan para koruptor di PTPN I !” teriaknya.
Melihat kepala Satriawan berlumur darah, pihak kepolisian dan satpam segera mengevakuasi dan memberikan pertolongan.
Setelah beberapa jam berorasi, perwakilan massa diterima oleh Staf Humas PTPN I Regional II, Boby Saragih. Dalam klarifikasinya, Boby menyatakan bahwa tuduhan terkait limbah tankos bukan berasal dari PTPN I melainkan dari perusahaan swasta. “Kami juga telah memeriksa vendor terkait, dan mereka merupakan pemenang lelang yang sah,” jelas Boby.
Tak puas dengan penjelasan tersebut, massa melanjutkan aksinya ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Di depan kantor Kejatisu, mereka mendesak pihak kejaksaan segera menyelidiki dugaan korupsi dan kolusi antara oknum PTPN I dengan vendor. “Kami meminta Kejatisu memanggil dan memeriksa GM Bah Jambi, Manager PKS Bandar Pasir Mandoge, serta rekanan vendor yang diduga merugikan negara,” tegas Adha Khairuddin, yang juga koordinator aksi lapangan.
Massa akhirnya diterima oleh Koordinator Intelijen Kejatisu, R. Tambunan. Ia berjanji akan segera memeriksa laporan dan mengumpulkan barang bukti. “Setelah laporan resmi diterima, dalam satu minggu kami akan sampaikan hasil penyelidikan awal,” ujarnya.
Setelah mendengar respons dari kejaksaan, massa membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke Kabupaten Asahan.***
Penulis : Amin Harahap
Editor : Wawan S









